oleh

Tuntut Kesejahteraan Dan Penegakan Hukum ” Ratusan Buruh PT Suzuki Lakukan Aksi Demo “

Targetnews86.com, Kab. Bekasi

Ratusan buruh PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) berdemonstrasi di depan pabrik PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Kabupaten Bekasi, Kamis (25/7/2019) pagi.

Demonstrasi kali ini diikuti buruh dari pabrik Suzuki Cikarang, dan Cakung. Kali ini buruh kembali menuntut sejumlah persoalan, di antaranya kesejahteraan dan penegakan hukum.

Ketua Serikat Pekerja Automotive Mesin dan Komponen (SP AMK) PUK PT SIM Heru Wibowo mengakui sudah ada tanggapan atas aksi 5 Juli 2019, akan tetapi tetap tidak ada kejelasan yang pasti terhadap tuntutan perihal kesejahteraan buruh selama ini.
“ Sebenarnya tuntutan kita yang paling utama adalah masalah kesejahteraan dan yang paling penting itu adalah upah, Tiap tahun kita selalu berantem, di mana kita minta selisih upah sektoral masuk beserta masa kerja,” kata Heru.

Kata dia, perusahaan kompetitor Suzuki dan vendor rekanan bahkan sudah memasukkan kedua poin tersebut. Poin kedua yang masih terkait kesejahteraan adalah pesangon dan dana pensiun yang layak sesuai 3P3J. “ Poin ketiga, kita minta saldo plafon pengobatan layak. Bukan sekadar nominal, ada pengalihnya berapa kali gaji pokok. Kita belum menentukan dasar nominal, masih kecil, cenderung kurang,” imbuh Heru.

“Karyawan Suzuki kalau berobat, plafon pengobatan selalu abis setiap berapa kali berobat. Kalau sudah habis, pakai duit sendiri. Mana tanggung jawab perusahaan?” sambungnya.

Selain itu, buruh juga menuntut usut tuntas dugaan korupsi oknum manajemen yang diduga menggelapkan 500 ribu dolar singapura. Menurutnya, dana sebesar itu lebih baik dimasukkan untuk kesejahteraan buruh.

“Kata manajemen Suzuki, yang bersangkutan akan di-PHK akhir bulan. Kita nuntut pidana. Kenapa? Ada unsur pidana menggelapkan duit. Lebih baik dikembalikan, dialihkan buat kesejahteraan buruh Suzuki,” katanya.

Hari ini, buruh bersurat kepada Mabes Polri untuk permohonan akses informasi publik dan audiensi. Karena serikat mendapat informasi oknum tersebut tengah menjalani proses hukum.
“ Kita ingin klarifikasi izin risalah ita minta kejelasan proses hukum seperti apa,” demikian Heru.

Perlu diketahui, Aksi demonstrasi ini tidak menganggu jalannya produksi di dalam pabrik, karena buruh yang dikerahkan berasal dari sif 3. (R4y/Ucha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed