oleh

Saber Pungli Provinsi Jabar Periksa Oknum Kepala Sekolah SMPN 1 Cikampek

targetnews86.com – Karawang

Berdasarkan hasil laporan dari Orang tua Siswa di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Karawang di duga telah melakukan dugaan praktek pungutan liar kepada para siswa, dengan adanya laporan tersebut, Tim II Pokja Saber Pungli Polda Jawa Barat menindak lanjuti laporan tersebut. Hasil pelaksanaan tugas Penindakan dugaan adanya pungli di SMPN 1 Cikampek, Kabupaten Karawang,Saber Pungli Polda Jawa Barat,telah berhasil mengamankan uang sebesar Rp.47.419.000 dengan rincian sebagai berikut : Rp. 12.116.000,- dari uang sampah
Rp. 23.515.000,- dari uang perpustakaan
Rp. 9.010.000,- dari uang sarana olahraga
Rp. 2.778.000,- dari uang pengadaan komputer

Kronologies pemeriksaan oleh Tim II Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 4 September 2019, Tim II Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat melakukan penindakan dugaan ada nya pungli di SMPN 1 Cikampek Kabupaten Karawang.” Ucap  AKBP Basman.SH selaku Ketua Tim II Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli Polda Jawa Barat saat memberikan keterangan nya kepada awak media ini melalui sambungan WhatsApps nya pada hari Kamis ( 5/09/2019 )sore hari.” 

Kegiatan penindakan tersebut,Kata AKBP Basman diawali dengan melakukan interogasi terhadap beberapa orang tua murid sebanyak 4 Orang yg merasa dirugikan dengan adanya pungli di SMPN 1 Cikampek Kabupaten Karawang.

Dengan adanya dugaan pungutan di SMPN 1 Cikampek, orang tua siswa merasa keberatan , adapun pungutan yang dimaksud sebagai berikut :

  • Sarana ruang kelas Rp. 40.000,-
  • Sarana olahraga Rp. 330.000,-
  • Sampul buku Rp. 27.000,-
  • Pungutan sampah 24.000,-
  • buku ulangan Rp. 55.000,-
  • Pengadaan 20 komputer &1 server Rp. 165.000.000,- dibagi jumlah siswa kelas VIII dan kelas IX.

Tim II Pokja Penindakan telah melakukan klarifikasi terhadap pihak SMPN 1 Cikampek dan melakukan interogasi terhadap :
a. Hermawan, S.Pd, M.Pd (Kepala Sekolah)
b. Aef Saeful Rochman (Ketua Komite)
c. Entin Sutini, S.pd (pengelola uang perpustakaan)
d. Eti Fatmawati, S.pd (pengelola uang sampah)

“Bahwa jumlah murid SMPN 1 Cikampek Kabupaten Karawang TA. 2019/2020 adalah 1.321 orang, jumlah siswa miskin 238 orang dengan rincian sebagai berikut : Kelas VII 467 Orang,sedangkan untuk jumlah Siswa miskin sebanyak 44 orang berjumlah 11 Kelas. Untuk Kelas VII ada 458 Orang,sedangkan untuk siswa miskin sebanyak 93 orang dengan jumlah kelas 11 Kelas dan untuk Kelas IX  sebanyak 365 Orang,sedangkan untuk siswa miskin 101 orang dari 11 Kelas.

“Bahwa benar di SMPN 1 Cikampek ada beberapa pungutan / iuran yaitu :
a. Iuran Sampah
Bahwa sejak Bulan Juli 2018 diberlakukan kepada seluruh siswa (kelas VII, VIII dan IX) untuk membayar uang sampah sebesar Rp. 24.000,- per siswa per tahun, tanpa terkecuali, yang mana penggunaanya untuk biaya operasional buang sampah sekolah,  total uang yg sudah terkumpul Rp. 29.316.000, yang sudah dipergunakan Rp. 26.221.000, sedangkan sisa saldo sebesar Rp. 3.095.000,-

Iuran perpustakaan
uang yang dipungut dari seluruh siswa (kelas VII, VIII dan IX) Ta. 2019/2020, tanpa terkecuali, sebagain besar membayar, ada juga yang tidak bayar, adapun penggunaan uang tersebut untuk perbaikan buku, perbaikan gedung perpustakaan, rak buku, karpet, AC, Vacum Cliener, dan mengganti buku yang hilang, besarnya iuran perpustakaan adalah sebesar Rp. 27.500,- per siswa. total uang yang sudah terkumpul Rp. 30.910.000, yang sudah dipergunakan sebesar Rp. 7.395.000, sisa saldo tinggal Rp. 23.515.000,-

” Iuran Sarana Olahraga
Iuran sarana olahraga yaitu uang yang dikumpulkan dari orang tua siswa kelas VII Ta. 2019/2020 yang mana peruntukannya untuk perbaikan lapangan halaman sekolah, adapun besarnya yaitu Rp. 300.000,- s/d 340.000,- per orang tua. total uang yang sudah terkumpul sebesar Rp. 9.010.000 .”

“Iuran Pengadaan Komputer
Bahwa untuk menunjang siswa menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
[5/9 22.54] Ridwan PWK: sekolah harus menyiapkan laptop untuk latihan, pada rapat tanggal 31 Agustus 2019 antara pihak sekolah, komite dan orang tua siswa kelas VIII dan kelas IX  disepakati pihak sekolah mengadakan 20 laptop, 1 server dan jaringan dengan total biaya Rp. 165.000.000,- dibagi 802 siswa sehingga kewajiban per siswa Rp. 206.000,-. total uang yang sudah terkumpul sebesar *Rp. 2.778.000,

” Iuran Sarana Ruang Kelas
Adalah iuran yang berasal dari seluruh orang tua siswa untuk selanjutnya dipergunakan untuk kebutuhan kelas seperti sapu, kemoceng, lap pel, kipas angin. Adapun dalam pengelolaan penerimaan dan penggunaanya dilakukan oleh Wali kelas masing2. Sosialisasi pungutan dilakukan oleh Paguyuban kelas, sdgkn pihak sekolah dan komite hanya memantau saja. Adapun besaran iuran sarana ruang kelas besarnya Rp. 10.000,- s/d Rp. 55.000,-.

“Bahwa semua Program kegiatan yg dibiayai dengan uang pungutan tersebut tidak ada dalam RKAS TA 2018/2019 dan RKAS TA 2019/2020. Program tersebut merupakan inisiatif dari Kepala Sekolah Saudara HERMAWAN, S.Pd, M.Pd yg dipaparkan dalam rapat dan disetujui oleh Ketua Komite Sekolah saudara AEF SAYAIFUL ROCHMAN.

Jadi,dari semua temuan yabg telah kita tindak lanjuti berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 

Bahwa benar terbukti adanya pungli yang terjadi di SMPN 1 Cikampek Kabupaten Karawang, sebagainana yang dilaporkan masyarakat.

Adapun,jenis jenis pungli yg ditemukan oleh Tim Tindak II, antara lain sbb :

Pungli uang sampah yang mana dibebankan kepada seluruh siswa (kelas VII, VIII & IX) tanpa terkecuali sebesar Rp. 24.000,- per siswa per tahun, total uang yg sudah terkumpul  Rp. 29.316.000, yang sudah dipergunakan Rp. 26.221.000, sisa saldo Rp. 3.095.000,(sudah diamankan menjadi BB),Ucap AKBO Basman.SH.”

 Pungli uang perpustakaan yang dibebankan kepada seluruh siswa (kelas VII, VIII & IX) tanpa terkecuali sebesar Rp. 27.500,- per siswa per tahun, total uang yang sudah terkumpul *Rp. 30.910.000,- yang sudah dipergunakan Rp. 7.395.000,- saldo Rp. 23.515.000,- (sudah diamankan menjadi BB)

” Pungli sarana olahraga yang dibebankan kepada seluruh siswa kelas VII tanpa terkecuali sebesar Rp. 340.000,- per siswa per tahun, total uang yang sudah terkumpul sebesar  Rp. 9.010.000,-* belum ada uang yg dipergunakan, (sudah diamankan menjadi BB)

 Pungli pengadaan komputer yang dibebankan kepada seluruh siswa kelas VIII dan kelas IX tanpa terkecuali sebesar Rp. 206.000,- per siswa, total uang yang sudah terkumpul sebesar Rp. 2.778.000,- belum ada uang yg dipergunakan, (sudah diamankan menjadi BB)

e. Pungli Sarana Ruang Kelas dibebankan kepada seluruh siswa / orang tua siswa (kelas VII, VIII dan IX) dipergunakan untuk kebutuhan kelas yang dilakukan oleh Paguyuban kelas, pihak sekolah dan komite hanya memantau saja, adapun besaran iuran sarana ruang kelas besarnya Rp. 10.000,- s/d Rp. 55.000,-.
Uang dikompulir oleh masing2 Wali kelas, sehingga blm dpt diketahui brp jumlah uang yg terkumpul, digunakan dan sisa uang yg ada pd masing2 Wali kelas.

Total uang hasil Pungli yg berhasil diamankan oleh Tim Tindak II adalah sebesar Rp 47.419.000.”

Bahwa semua Program kegiatan yg dibiayai dengan uang pungutan tersebut tidak ada dalam RKAS TA 2018/2019 dan RKAS TA 2019/2020. Program tsb merupakan inisiatif dari Kepala Sekolah Sdr. HERMAWAN, S.Pd, M.Pd yg dipaparkan dalam rapat dan disetujui oleh Ketua Komite Sekolah Saudara AEF SAYAIFUL ROCHMAN.

Perbuatan tersebut bertentangan dengan Permendikbud No. 60 tahun 2011 Tentang : Larangan pungutan biaya pendidikan pada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dan Permendikbud No. 75 tahun 2016 tentang komite sekolah (terkait prosedur dan pengelolaan uang sumbangan, yang tidak dilakukan sesuai prosedur dan tidak dikelola oleh Komite sekolah),kata AKBP Basman.SH.”( Wan’s ).”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed