oleh

Petugas Leasing PT Oto Multiartha Cabang Bekasi Diduga Catut OJK soal Pemblokiran Cicilan Nasabah

Bukti Chating Petugas Pembiayaan PT. Oto Multiartha Cabang bekasi

Targetnews86.com – Karawang,-

Diduga Perusahaan pembiayaan PT. Oto Multiartha Cabang Bekasi persulit konsumen atas nama Lapto Herdianto yang akan beritikad baik membayar angsuran 1 ( satu ) unit kendaraan roda 4 jenis Mitsubishi Miragge nopol B. 1667 UZB warna putih yang sudah menunggak selama 2 bulan, namun ketika konsumen akan membayar harus disertai pembayaran biaya blokir sebesar Rp. 2.000.000,- ( Dua Juta Rupiah ) Jum’at 17/01/19.

Rona keheranan pun terpancar dari wajah Syachroni ( 37 ) thn yang mendapat kepercayaan dari atas nama debitur untuk membayarkan tunggakan cicilan, ” sangat aneh kami akan memenuhi kewajiban kami tetapi seolah di persulit harus bayar blokiran lah, harus ini itu lah, yang lebih membuat saya heran blokiran cicilan sudah di atur Otoritas Jasa Keuangan katanya, aturan yang mana?, ” pungkas Syachroni ketika di wawancara Targetnews86.com di kantor cabang PT. Oto Multiartha Cabang karawang.

Menanggapi hal ini Ketua Umum DPP Garda Patriot Bersatu Denis FW, SH ikut angkat bicara, ” saya heran kepada Finance ini, apa sih yang sebenarnya mereka inginkan terhadap konsumen?, mereka terkesan mempersulit konsumen ketika akan menyelesaikan kewajibannya, ada pun masalah keterlambatan saya rasa itu sangat wajar dan manusiawi namanya manusia hidup pasti ada kendala, masalah biaya pemblokiran sebesar dua juta rupiah itu sangat memberatkan konsumen dan saya rasa ini pungli yang sangat terstruktur, aturan dari mana biaya blokir? Itu hanya bisa – bisanya pihak ketiga atau biasa di sebut external yang sekalu di pakai jasanya oleh pihak Finance dalam mengeksekusi barang jaminan “, ujar Denis.
Lanjutnya, ” ini juga bisa di kategorikan sebagai tindak pidana pemerasan seperti yang tercantum dalam pasal 368 ayat (1) KUHP: “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat utang atau menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun”, unsur pemerasannya dalam nominal yang di minta untuk membuka blokir angsuran dan pengancamannya apabila menunggak selama 3 bulan berturut – turut akan di lakukan eksekusi penarikan barang jaminan oleh pihak ketiga yang jasanya dipakai perusahaan pembiayaan tersebut atau dikenal dengan istilah debt kolektor, untuk itu kami akan memperkarakan permasalahan ini kepada aparat yang berwajib karena kami juga kerap menerima pengaduan dari masyarakat terkait hal ini “, pungkas Ketum GPB.
Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada satupun dari pihak Oto Multiartha Cabang Bekasi yang dapat Targetnews86.com konfirmasi. ( Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed