oleh

Parah, Pembiayaan Buana Sejahtera Multidana Cabang Subang Diduga Bodohi Konsumen

Targetnews86.com – Subang,-

Diskriminasi dan pembodohan diduga kembali dilakukan pihak finance tepatnya PT. Buana Sejahtera Multidana Cabang Subang, berawal dari kasus penggelapan uang pelunasan konsumen atas nama Lalang Narlan yang dilakukan mantan Kacab PT. Buana Deni Garnadi.
Lalang telah menggadaikan unit kendaraan roda 4 ( empat ) jenis Toyota Avanza nopol Z. 1853. AC no kontrak 006-01426 tertanggal 12/13/2017 ke PT. Buana Sejahtera Multidana Cabang Subang, lalu Lalang telah melunasi sisa pinjaman tersebut sebesar Rp. 10.000.000,- ( Sepuluh juta rupiah ) pada tanggal 19 Desember 2019, pelunasan pun dilakukan di kantor cabang Subang langsung kepada Kepala Cabang yang waktu itu masih di jabat oleh Deni Garnadi.
Namun uang pelunasan tersebut diduga tidak disetorkan kas perusahaan, kenyataan seperti ini sangat merugikan konsumen, dan hal ini memicu reaksi dari DPP LSM GARDA PATRIOT BERSATU yang juga mendapat kuasa dari korban.
Di temui di Sekretariat DPP Perum VIP Blok F 7 No 18, Denis FW, SH mengatakan, ” inilah prilaku finance yang sangat merugikan konsumen, klien kami sudah sangat taat aturan dengan telah melunasi pinjaman plus dengan bunganya, namun Buana tidak kooperatif dikarenakan masalah internal mereka, Deni itu waktu menerima pelunasan klien kami masih berstatus Kepala cabang Buana lho “, ujar Denis.

Denis menambahkan, ” kejamnya finance Buana menahan barang jaminan yang sudah di lunasi, bukan itu saja mereka juga mengeluarkan somasi kepada klien kami yang membuat klien kami tidak tenang, somasi atau ancaman yang di keluarkan tim legal mereka jelas sangat merugikan mental klien kami, di tambah bayang bayang eksekusi external atau mata elang yang biasa mereka gunakan jasanya, ini jelas sangat merugikan konsumen, pelayanan macam apa ini bukan membuat nyaman konsumen tapi mencekik masyarakat “, pungkas Denis.

Kacab baru PT. Buana Sejahtera Multidana cabang Subang Yudi Rahmatullah (38) mengatakan bahwa kasus konsumen atas nama Lalang Narlan sedang dalam proses hukum di Polres Subang, ” untuk kasus mantan Kepala Cabang terdahulu yang diduga sudah menggelapkan uang 7 ( Tujuh ) orang konsumen yang telah melunasi pinjamannya namun uang tidak dia masukan dalam sistem “, ujar Yudi kepada Targetnews86.com dikantornya, Kamis sore, 19/12/2019.

” untuk proses selanjutnya kami sedang menunggu pihak kepolisian untuk gelar perkara permasalahan ini ” lanjutnya.
Dalam waktu dekat Targetnews86.com akan meminta konfirmasi dari Kanit Harda yang sedang menangani proses hukum kasus ini. ( Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed