oleh

Ketua Ormas Gemantara Pertanyakan Dana Perawatan PDAM Tirta Bhagasasi Bojong Manggu, Kabupaten Bekasi

 

TN 86.com, Kabupaten Bekasi,-

Di tengah ramainya pemberitaan tentang pro dan kontra yang berbuntut demo dari beberapa elemen mahasiswa di Kabupaten Bekasi terkait pengangkatan Kembali URS sebagai Pejabat nomor satu di PDAM Tirta Bhagasasi, salah satu anggota Ormas Gemantara Cabang Bekasi menemukan bak kontrol PDAM yang berkarat, Selasa 03/11/2020.

Deden Guntara Ketua Ormas Gema Nusantara Eksekutif cabang Kabupaten Bekasi Mengatakan kepada awak media.

Dari hasil laporan masyarakat kami Ormas Gema Nusantara (GEMANTARA) Eksekutif cabang Kabupaten Bekasi melakukan investigasi ke lokasi KCP PDAM yang berada di kampung Cikeris kaum Desa Bojongmangu, dan hasilnya sangat miris dengan adanya bak penampungan yang sudah berkarat dan tidak layak pakai.

“Seharusnya Pihak PDAM Tirta Bhagasasi jangan hanya melakukan tagihan penggunaan air saja teradap konsumen, akan tetapi harus betul-betul memperhatikan juga dampak kesehatan konsumen sendiri, karena setelah kami lakukan investigasi ke tempat instalasi pengolahan air (IPA) yang ada di KCP PDAM Desa Bojongmangu itu sudah berkarat dan tidak layak pakai.

Jangan hanya berambisi menduduki kursi empuk saja, pihak PDAM Tirta Bhagasari tolong perhatikan juga untuk kepentingan konsumen agar air PDAM itu biar benar-benar bersih, dan bak penampung Instalasi Pengelolaan Air (IPA) harus segera di renovasi biar tidak berkarat, walaupun di olah sedemikian rupa kalau baknya berkarat tetap tidak akan menghasilkan air yang bagus, pungkas, Deden Guntara Selaku Ketua Ormas Gema Nusantara (GEMANTARA) Eksekutif cabang Kabupaten Bekasi.

Lebih lenjut Deden menjelaskan ”
UU no 17 tahun 2019
tentang sumber daya air,
di sini jelas tertuang, pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air.

Dalam pasal pasal nya,
Pasal 5
Sumber Daya Air dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat

Pasal 6
Negara menjamin hak rakyat atas Air guna memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari bagi kehidupan yang sehat dan bersih dengan jumlah yang cukup, kwalitas yang baik, aman, terjaga keberlangsungannya, dan terjangkau

Pasal 7
Sumber Daya Air tidak dapat dimiliki atau dikuasai oleh perseorangan, kelompok masyarakat, atau badan usaha.

“Nah sampai disini jelas bahwa pelayanan dan kelayakan dalam dalam penyediaan sumber daya air untuk masyarakat itu sangatlah dikedepankan,
lalu mengapa hal dalam bentuk perawatan tekhnis nya jadi kurang bisa dikatakan layak dalam pemenuhan kebutuhan supply nya, pungkasnya.

Masih menurut Deden Guntara, “Mengingat
pasal 41 sudah jelas terpapar

(1) Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air terdiri atas pemeliharaan Sumber Air serta operasi dan pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air.

(2) Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Airsebagaimana. dimaksud pada ayat 1 meliputi pengaturan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi untuk menjamin kelestarian fungsi serta manfaat Sumber Daya Air dan prasarananya

(3) Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan/ atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya dan dapat melibatkan peran serta masyarakat.

(4) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air yang dibangun oleh Setiap Orang atau kelompok masyarakat menjadi tugas dan tanggung jawab pihak-pihak yang membangun.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 42 jelas
Setiap Orang dilarang melakukan kegiatan mengakibatkan kerusakan Prasarana Sumber Daya Air.

Di sini kami harapkan pihak terkait untuk segera melakukan konfirmasi atas ketidak layakan dalam pengelolaan nya..
karena jelas melanggar
pasal 43
salah satunya adalah ayat
1 Pemantauan Pengelolaan Sumber Daya Air dilakukan terhadap:
a., Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Air;
b. Pelaksanaan konstruksi Prasarana Sumber Daya Air dan pelaksanaan nonkonstruksi;
c. Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan SumberDaya Air.
Dimana memang tidak pernah dipantau secara profesional
dan bila hal ini benar kemana dana pelaksanaan operasi dan pemeliharaannya.

Karena konstruksi itu butuh perawatan intensif, tandas Deden Guntara.
Awak media berhasil mengkonfirmasi Aef pelaksana operator KCP PDAM Bojomangu yang berlokasi Kampung Cikeris Kaum Rt 0013/05 Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu,  Kabupaten Bekasi tersebut, melalui telepon selulernya “Aep mengatakan “bahwa dari orang produksi akan mau di apriting ranah bagian produksi atau di rehab pada tahun 2021 baknya ,dan akan di tambahkan debit airnya dari 25 liter/detik menjadi 50 liter perdetik, dan itu tidak lada aturan di ganti pertahunnya dan harus di RKP dulu di anggarkan dulu, dan nanti di tahun 2021 rencananya dan apabila rusak atau harus diperbaiki atau di apriting ,ucap Aep, Selasa 03/11/2020.
Bagian Produksi Dian enggan memberikan tanggapan, Dian hanya berucap ” seharusnya bapak dari Lembaga dan media harus bersurat dulu ke kami, ucapnya, Selasa 03/11/2020.

“Kalau media dan lembaga ingin dapat jawaban harus melayangkan surat dulu ke kami, kata Dian saat di konfirmasi lewat selulernya.(cha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed