oleh

Kang Jimmy Prihatin Anak Muda Karawang Sulit Cari Kerja

Targetnews86.com, KARAWANG

Lagi, Ketua DPC PKB Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) kembali mengungkapkan kekecewaannya dengan komitmen Pemkab Karawang di dalam merealisasikan program ketenagakerjaan yang awalnya berjanji akan memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2011.

Meskipun dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang, namun di depan kader PKB dan ratusan relawannya, Kang Jimmy tak segan-segan mengkritik beberapa kebijakan Pemkab Karawang yang tidak sejalan dengan cara berpikirnya.

Dalam kesempatan sambutannya di kegiatan “Ngawangkong Para Inohong Bareng Kang Jimmy”, di halaman Pondok Pesantren Attarbiyyah, Desa Ciwulan Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, Minggu (5/5/2019), Kang Jimmy kembali menceritakan perjalanannya di dalam memperjuangkan tenaga kerja lokal.

“Ini istri saya saksi hidupnya langsung. Kalau mau ngomong mah, saya sudah banyak mengeluarkan air mata. 3 bulan saya dilantik langsung keliling perusahaan, buat apa?. Demi Allah bukan untuk minta limbah atau pekerjaan di kawasan. Saya hanya ingin pastikan barudak Karawang bisa gawe di pabrik,” kata Kang Jimmy.

Diceritakan Kang Jimmy, sebenarnya saat itu setiap perusahaan yang didatanginya sudah siap mengambil 30 tenaga kerja lokal urang Karawang per tahun. Saat itu Kang Jimmy mengaku sangat berbahagia ketika membayangkan ada 1.000 lebih perusahaan di Karawang yang mau rekrutmen tenaga kerja lokal 30 orang setiap perusahaan per tahunnya.

Adapun mengapa saat itu dirinya mengumpulkan lamaran kerja di rumah dinas dan rumah pribadinya, Kang Jimmy beralasan jika saat itu dirinya tahu betul setiap Pencaker yang ingin memasukan lamaran kerja saja harus membayar member Rp 200 ribu.

“Makanya saat itu saya inisiatif kumpulkan lamaran kerja di rumah dinas dan rumah pribadi. Tapi apa daya langkah yang saya lakukan harus terhenti. Karena kebijakan pimpinan (bupati, red) berkata lain. Semua rekrutmen tenaga kerja dikembalikan ke Disnaker. Saat itu saya bilang, puguh panyakit na aya di Disnaker. Loba oknum calo naker di jero,” papar Kang Jimmy.
Sehingga saat itu, sambung Kant Jimmy, dirinya harus mundur satu langkah mengikuti kebijakan bupati dan menghentikan langkah mengumpulkan lamaran kerja yang dilakukannya.

“Demi Allah, urang Karawang tibang hayang jadi kuli kuat hese. Padahal urang Karawang teu hayang jadi camat atawa nanaon ieuh. Tibang hayang jadi kuli di lembur sorangan kuat hese,” tandas Kang Jimmy dengan nada kesal. ( Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed