oleh

HATI-HATI, PENIPUAN BERKEDOK ARISAN

Para korban ketika membuat kuasa dan lapdu kepada Div Hukum dan ham DPP GPB

TARGETNEWS86.COM – KARAWANG,-

Semakin sulitnya ekonomi negeri ini memicu tindak kejahatan oleh segelintir oknum masyarakat hal tersebut terjadi tindak pidana penipuan yang berkedok arisan, sekitar 53 orang korban masyarakat di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar tertipu dengan modus tersebut.

Disampaikan salah-satu korbannya Saroh (23) yang membuat laporan pengaduan ke Divisi Hukum dan Ham DPP Garda Patriot Bersatu ( GPB ), dia mengaku mengikuti arisan di Dusun Cilebar bersama dengan temannya Ocem dan puluhan warga lain, namun setelah sekian lama, uang mereka tak kunjung dikembalikan.

“Saya mengikuti arisan sejumlah 4.500.000, kepada saudara T dan IJ suaminya, namun hingga sekarang, uang titipan arisan itu tak kunjung diberikan,” ungkapnya kepada Targetnews86.com, Senin (26/12/19).

Rumah yang diduga di bangun dari hasil tindak pidana penipuan berkedok arisan

Selain itu, dari hasil penelusuran tagetnews86, terdapat 53 korban penipuan bermodus arisan ini.

Dalam masalah ini, pihak korban sudah membuat surat pernyataan di Kantor Desa Kertamukti yang dihadiri aparat desa setempat dan beberapa korban penggelapan lain. Pada saat itu, Pelaku yang berinisial T dan IJ berjanji akan mengembalikkan uang titipan tersebut 3 bulan dari pertemuan atau jatuh tempo pada bulan September kemarin.

Selain itu IJ berjanji akan menjual rumah yang diduga di bangun dari penggelapan uang arisan tersebut. Sayangnya, belum terlihat itikad baik untuk menjual tanah dan bangunan tersebut dengan dibiarkannya tanpa dibuatkan sertipikat.

Hingga berita ini dibuat, Targetnews86 belum meminta konfirmasi dari Kepala Desa Kertamukti terkait dengan pertemuan itu.

Dalam waktu dekat, targetnews86 akan meminta konfirmasi ke Polisi Sektor (Polsek) Pedes terkait dengan laporan dari masyarakat, mengingat korbannya sangat banyak, hal itu sangat memungkinkan ada yang sudah membuat laporan kepolisian. (Surya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed