oleh

Dugaan Penganiayaan, Para Pihak Akan Di Konfrontir

 

TN86.COM, Karang Tengah – Cianjur

Dugaan tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dengan korban bernama Agus yang dituduhkan kepada Dede Handayana (25) yang biasa disapa Aang Beureum, para pihak akan di konfrontir.

Demikian disampaikan oleh kuasa hukum Dede Handayana, Glh Andi, S.H. kepada Target News 86 seusai mendampingi kliennya di Mapolres Cianjur hari Senin (21/09/20).

“Kalo untuk Aang tadi itu hanya diminta klarifikasi atas kejadian yang menimpa kepada saudara Agus, dan untuk diklarifikasi dan nanti di konfrontir dengan para pihak, si pihak korban dengan pihak Aang dan pihak saksi,” ucapnya.

Sementara itu Dede Handayana atau yang akrab disapa Aang Beureum menerangkan bahwa dia tidak mengetahui kejadian pembacokan yang menimpa saudara Agus. Ia merasa dituduh padahal ia menolong korban dengan membawa ke Rumah Sakit.

“Kata si Agus Aang tau pelakunya, kan Aang gak tau. Jadi Aang dituduhlah sama si Agus bahwa yang ngebacok penganiayaan Aang tau orangnya, padahal tidak tau sama sekali,” terangnya.

Masih kata Aang setelah korban datang ke rumah Aang setelah itu Aang membawanya ke Klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama, selanjutnya Aang membawa korban ke Rumah Sakit. Namun sayangnya korban yang saat itu terlihat mabuk dan mulutnya bau miras justru menuduh Aang sebagai pelaku.

“Nah Aang bawa ke Klinik terdekat diobatin, langsung dibawa ke Rumah Sakit. Nah malah si Agus nge-LP-in Aang,” ujarnya.

Aang menandaskan, ia sama sekali tidak mengatahui kejadiannya yang Aang tau korban datang dalam keadaan luka-luka dan berlumuran darah.

“Gak tau kejadiannya seperti apa, datang ke rumah udah luka-luka banyak darah, terus kenapa? ‘Gak tau saya dibacokin’ ayo kita berobat. Dia kan keadaannya bau miras mabuk terus suruh cuci muka, langsung dibenyeng (ditarik) sama Aang dipayang (dipapah) dibawa ke Klinik, kejadiannya seperti itu,” tandasnya.

Aang mengaku mengenal Agus karena tinggal satu desa, atas dasar itu juga Aang menolong Korban. Namun sayangnya setelah Agus ditolong dia malah melaporkan Aang sebagai pelaku.

“Dan akhirnya tadi barusan nanya kan ‘Aang kenal sama Agus?’ ya kenal orang se-desa ‘terus yang dibawa ke Aang sama siapa?’ ya gak tau pelaku pembacokannya siapa, ya gak tau orangkan banyak orang,” imbuhnya.

Aang menegaskan bahwa dia tidak mengenal pelaku, pasalnya saat dia ada di rumah, korban datang dalam keadaan sudah terluka. Anehnya saat korban sudah ditolong justru malah melaporkannya ke Kepolisian, atas dasar itulah Aang merasa nama baiknya dicemarkan.

“Aang lagi di Saung, Agus ada dibawah Saung, Aang langsung samperin kenapa? Ya udah selesai dibacok. Jadi tidak tahu pelakunya siapa yang bawanya juga tidak tahu. Ini nuduh seakan-akan mencemarkan nama Aang,” pungkasnya. ( GPD/SURYA )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed