oleh

Diduga, Sumber Keuntungan Kontraktor PT. MR Berawal Dari Tanah Boncos

TargetNews86, KARAWANG

Proyek pembangunan pasar Cilamaya yang akan di bangun tiga ( 3 ) lantai oleh kontraktor PT Mahesa Ratu seyogyanya menggunakan dasar tanah urugan berkwalitas super untuk menunjang bangunan yang kokoh dan awet, namun di duga sang oknum kontraktor berusaha untuk mengeruk keuntungan besar dengan berbuat curang dengan melanggar spek dari perjanjian yang telah di tetapkan dengan pengembang pasar Cilamaya.

Tanah urugan yang terpantau oleh media online TargetNews86 Selasa 25/12/18, menggunakan tanah boncos sebagai urugan dasar pembangunan pasar, selain itu oknum yang menyediakan tanah urugan pun tidak menyertakan ijin Quary dan hasil lab tanah yang seharusnya mereka siapkan.
Seperti pernyataan yang dikutip dari narasumber RD ( 40 ) selaku pengurus PT Barokah Putra Delapan , ” kami selaku owner yang telah memberikan job kepada kontraktor PT MR, merasa sangat kecewa dengan tanah urugan dari mereka yang seharusnya menggunakan tanah berkwalitas super sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat bersama namun pada kenyataannya mereka menggunakan tanah boncos tanpa dilengkapi perijinan dari Quary dan hasil lab nya pula, padahal untuk menghasilkan bangunan yang kokoh dan kuat harus menggunakan urugan dasar yang baik, apalagi bangunan pasar ini tiga lantai ” ujarnya.
Lanjut RD ” selain tanah pemasangan pagar yang seharusnya menutupi jalan untuk menghindari kecelakaan, ini malah di luar jalan bagaimana bila tanah urugan memenuhi jalanan yang tidak tertutup lalu di injak masyarakat pengguna jalan, dan terjadi kecelakaan apalagi ini sudah masuk musim penghujan, siapa yang harus bertanggung jawab? ” Pungkasnya.
Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada dari pihak PT. MR yang dapat redaksi konfirmasi. ( MIM )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed