oleh

Diduga Proyek peningkatan Jalan Waluya Karangraharja Sukaraya Tidak Full Pembesian ” GMBI Distrik Kab.Bekasi Siap Tantang Kontraktor Untuk Bongkar Beton “

Targetnews86.com – Kab.Bekasi,-

Maraknya proyek tak bertuan di Kabupaten Bekasi disebabkan tidak adanya ketegasan dari dinas terkait untuk melakukan teguran keras terhadap para oknum kontraktor yang segaja ingin menutupi informasi kegiatannya , tidak terpampangnya papan kegiatan pada saat pelaksanaan tentu membuat geram para penggiat sosial yang ada di Kabupaten Bekasi, sehingga para pengiat sosial yang sedang mencoba melakukan investigasi serta menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial untuk menyikapi setiap kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh para oknum rekanan kontraktor nakal sedikit mengalami kendala serta mengalami kesulitan dalam mencari informasi.

Seperti halnya proyek peningkatan jalan Waluya Karangraharja Sukaraya yang dilaksanakan pada minggu malam tanggal (13/10/19) yang berlokasi disamping gerbang perumahan sentral park tersebut diduga kuat tidak mengunakan pembesian secara full dan terkesan asal asalan, bahkan saat pengiat sosial sedang melakukan investigasi dilokasi proyek tersebut pelaksana dari CV.Kalimasada berupaya melakukan penyuapan kepada media dan juga LSM agar proyeknya tidak disoal dan tidak dipublikasikan di media ujar Aditya kepada targetnews86.com.

Menurut Aditya selaku ketua Investigasi LSM GMBI Distrik Kab.Bekasi kepada targetnews86.com menuturkan, ” Proyek yang dilaksanakan oleh CV.Kalimasada dengan nomor : 602.1/659/SPP-PPKP/PJJ-DPUPR/2019 dengan harga kontrak Rp.293.859.921.00,- dari sumber dana PAD Kab.Bekasi dinilai tidak sesuai dengan speck dan rancangan anggaran biaya (RAB) yang sudah tertera dalam kontrak kerja, bahkan terkesan asal jadi serta tidak transparan ujar Aditya.

Untuk itu sambung dia, ” Saya akan tantang kontraktornya untuk melakukan bongkar beton kembali guna membuktikan ucapan saya ada atau tidaknya besi yang ditanam di dalam beton yang titiknya sudah saya tandai, jika nanti tidak terbukti maka saya siap dipenjara seumur hidup, namun jika terbukti tidak adanya besinya dilokasi yang sudah saya tandai maka saya juga minta kepada kontraktor proyek tersebut untuk siap juga dipenjara seumur hidup guna mempertangung jawabkan perbuatannya, tuturnya.

Pengecoran minim besi dan tidak menggunakan dowel

Saat dimintai tanggapan mengenai proyek yang tidak mengunakan besi secara full dan terkesan asal jadi, Asri selaku PPTK melalui telepon salulernya pada hari senin (14/10/19) mengatakan tidak tau dan saya tidak dapat kabar “Betul saya PPTK nya tapi saat pelaksanaan saya tidak dikabari bang, mungkin kalau dikabari akan saya tegur pelaksananya “, ringkasnya.

Sementara itu adanya pernyataan dari rekanan kontraktor CV.Kalimasada, melalui hasil percakapan rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut hasil rekaman percakapan telepon salular menyebutkan ” Saya nongkrong dilokasi dari sore hingga jam 4 pagi dan saya kan gak tau yang mana itu GMBI dan mana itu media, ya saya minta tolong dibantulah ” Paling kalau sampai dipotongkan hanya yang dua puluh meteran saja ” paparnya.

Perlu diketahui, bahwa proyek tersebut bersumber dari dana APBD tahun 2019 dan merupakan kegiatan yang di tenderkan langsung lewat LPSE Pemkab Bekasi melalui dinas PUPR, namun minimnya pengawasan membuka celah bagi oknum kontraktor nakal untuk melakukan kecurangan, untuk itu perlu dilakukan timdakan tegas agar ada efek jera dan bila diperlu dilakukan Black List bagi oknum kontraktor nakal.(Ray/Ucha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed