oleh

Diduga CV. JSA Produsen Pertamini Banyak Langgar Aturan Dan Perijinan

Targetnews86.com, KARAWANG

CV. JSA Tekhnik Corporation yang berdomisili di Jln. Jendral Sudirman Gang Jembar RT 001 / RW 01, Dusun Mekarjati, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, yang bergerak sebagai produsen alat jual bbm mini atau yang biasa masyarakat sebut Pertamini diduga banyak menyalahi aturan ketenagakerjaan, dan perijinan yang di tetapkan pemerintah, selain itu lokasi Work shop nya pun terkesan tertutup dan berada di tengah pemukiman warga.

Seperti yang terpantau oleh Wartawan Targetnews86.com di lokasi ada 6 orang pekerja tanpa K3, menurut salah satu pegawai yang yang enggan menyebutkan namanya dan biasa di sebut Kapten dan menjabat sebagai Kepala Electrical Enginering menjelaskan, ” kami di sini hanya merakit dan memasarkan saja untuk urusan ijin kami serahkan semuanya kepada pengusaha pertamini, untuk kami sudah mempunyai ijin dari Perlindungan konsumen dan badan meteorologi “, ujar Kapten.


Kapten melanjutkan, ” dan untuk tera pun kami langsung dari badan meteorologi, untuk APAR ( Alat Pemadam Api Ringan ) kami selalu menyediakan satu paket dengan alat, kalau mas mau memberitakan silahkan saja agar semua pengusaha produsen alat pertamini seperti kami di periksa semua “, ungkap kapten setengah menantang.

Sekjen DPP LSM GARDA RI M. Iksan Maulana, SE yang turut dalam konfirmasi tersebut mempertanyakan dan heran mengapa produsen hanya melengkapi legalitas dari Perlindungan konsumen dan Badan meteorologi saja, ” saya heran kenapa perijinan mereka hanya dari Perlindungan Konsumen dan Meteorologi saja, seharusnya ada dari Kementrian ESDM, Migas, dan Pertamina selaku pemegang niaga pemerintah yang mempunyai hak dalam penyaluran BBM kepada masyarakat, selain itu pihak CV tidak boleh mendistribusikan alat tersebut langsung kepada masyarakat kecuali kepada Perusahaan Niaga Umum yang jelas terdaftar dan mempunyai hak untuk penyaluran BBM ” jelas Iksan.


Iksan melanjutkan, ” kami meminta kepada Pemerintah, Pertamina dan Dinas terkait yang berhak menangani masalah ini untuk bertindak tegas, penyaluran BBM itu kan ada aturannya kami melihat banyak depo pertamini yang tidak dilengkapi alat keamanan seperti salah satunya APAR sedangkan banyak depo yang ada di tengah pemukiman warga, dan itu sangat rentan menimbulkan kebakaran, dan bila itu terjadi bukan hanya membahayakan pemilik, tapi warga sekitar depo pun akan menerima dampaknya ” pungkas Iksan. ( Yo/Rey )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed