oleh

Diduga Akibat Terlalu Kritis Warga Balonggandu Penerima PKH didiskriminasi

Nia Kurniasih Ketua kelompok Pendamping PKH Desa Balonggandu

TN86 – Jatisari – Karawang

Sikap kritis seorang warga kepada Pendamping PKH ( Program Keluarga Harapan ), berakhir dengan pemblokiran hak warga penerima manfaat tersebut, hal ini terjadi kepada salah seorang warga bernama Edah Jubaedah ( 42 ) thn yang bertempat tinggal di Dusun Kertamulya RT 01 / RW  001 Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang dari bulan Agustus 2019 tidak pernah mendapatkan haknya hingga sekarang.

Ditemui di kediamannya Minggu, 17/5/20, Edah Jubaedah menceritakan kronologis kejadian kepada tim Redaksi TN86 dengan berlinang air mata, ” karena akibat saya tidak mau memberikan kartu ATM PKH saya kepada Pendamping waktu itu ketua kelompok saya bu Imas, saya menerima dua kali pencairan setelah itu PKH saya tidak cair lagi dengan alasan pailit, dan ketika ketua kelompok saya diambil ibu Nia kartu ATM PKH saya diambil dengan alasan akan diperbaiki agar bisa cair namun hal itu tetap tidak sampai uang PKH tersebut kepada saya, atas kejadian tersebut saya lapor ke pihak BNI dan setelah lapor uang PKH saya cair namun tidak sesuai dengan yg seharusnya saya terima “, ujarnya sambil terisak.

Edah Jubaedah Penerima Manfaat Yang Merasakan Diskriminasi

Edah melanjutkan, ” dan dari Agustus 2019 hingga sekarang saya tidak menerima hak saya tersebut, saya pun tidak mengerti waktu saya urus surat-surat ketika anak saya sakit di Dinas Sosial saya menanyakan ternyata saya masih terdaftar sebagai penerima manfaat PKH “, pungkas Edah.

Namun hal itu di tampik oleh Nia Kurniasih selaku ketua kelompok pendamping Edah saat dikonfirmasi TN86 di warung miliknya, bu Edah kalau ambil uang selalu sendiri ga mau kompak kalau yang lain selalu sama kami kolektif ATM saya yang pegang saya juga mengikuti prosedur, selalu dikolektifkan sesuai arahan pak Anto sebagai Ketua Pendamping, intinya saya ikut aturan yang ada atau yang dulu sudah ditetapkan oleh ketua pendamping, danĀ  soal ATM warga yang dipegang saya itu berdasarkan surat kuasa yang diberikan anggota, ” ujar Nia.

Menanggapi hal ini Ketua LSM Garda Patriot Bersatu Denis FW yang juga mendapat kuasa dari warga yang diduga terdzolimi mengungkapkan kepada media bahwa pihaknya akan segera membawa masalah ini ke ranah hukum setelah semua bukti lengkap, ” hal ini tidak bisa dibiarkan warga masyarakat kurang mampu yang seharusnya kita lindungi dan santuni namun pada kenyataannya didzolimi disini yang melaporkan ke kami bukan hanya ibu Edah saja namun ada beberapa warga yang bernasib sama, oleh karena itu saya akan bawa masalah ini ke ranah hukum agar semua menjadi terang benderang dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan semua perbuatannya “, ujar Denis.

” Untuk masalah surat kuasa dari para warga penerima manfaat itu muncul ketika permasalahan ini sudah mencuat ke publik, serta kejadian ini mungkin terjadi juga di Desa atau wilayah lain di Kabupaten Karawang atau tidak menutup kemungkinan di negeri ini, ” pungkasnya. ( RED )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed