SUBANG,- Polsek Kalijati gandeng PPK Kecamatan Dawuan dan Kalijati, juga Koramil 0503/Kalijati, gelar Rakor sekaligus simulasi pengamanan di TPS oleh Linmas sekaligus Pamsung Pemilu 2019 se Kecamatan Dawuan dan Kecamatan Kalijati, di Halaman Mapolsek Kalijati, Senin siang (08/04/2019).

Rakor sekaligus simulasi tersebut diselenggarakan dalam rangka menguji kesiapan masing-masing pengamanan TPS.

Saat di konfirmasi, Kapolsek Kalijati, AKP Joni Wardi S.H, menyatakan bahwa, Rakor sekaligus simulasi pengamanan Pemilu ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan setiap porsonel yang terlibat untuk pengamanan, baik dari Polri, TNI, bahkan Linmas.
 
“Kita samakan persepsi, dan meningkatkan sinergitas Polri dan TNI, juga elemen masyarakat seperti Linmas, agar berlangsungnya Pemilu 2019 pada 17 April mendatang bisa berlangsung, aman, nyaman, jujur, adil, kindusif,” ujar Joni Wardi kepada redaksi.

Sebagai penyelenggara tingakat kecamatan, atau dikenal dengan PPK, dibawah naungan hukum Polsek Kalijati, yaitu PPK Dwauan dan Kalijati, yang juga turut hadir dalam Rakor serta simulasi, melalui perwakilan PPK Dawuan Subhan mengatakan, bahwa Rakor sekaligus Simulasi untuk Linmas dan Pamsung sebagai garda depan pengamanan Pemilu 2019 perannya sangat krusial.

“Kita harus akui jika peran Linmas dan Pamsung ini kan krusial dalam penyelenggaraannya nanti, berkaca dari Pilkada 2018 lalu misalkan, masih ada Tupoksinya dari Linmas dan Pamsung yang belum sesuai, nah ini sifatnya hanya penegasan saja,”ucap Subhan kepada redaksi.

Acara ini diikuti oleh seluruh Linmas dan Pamsung seluruh TPS se-Kecamatan Dawuan dan Kalijati, PPK Kecamatan Dawuan dan Kalijati, serta para Muspika Dawuan dan Kalijati.

Ada dua pokok bahasan dalam Rakor dan Simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Polsek Kalijati,  Pertama, mengenai Protap Pamwal logistik, dan kedua, mengenai PAM Tahap pungut suara di TPS Pemilu 2019.

Salah satu Linmas dari Desa Kalijati Barat, Dudi (34), mengatakan bahwa dirinya merasa mendapati pencerahan, setelah mengikuti Rakor dan simulasi tersebut, sebab sebelumnya terdapat beberapa pertanyaan yang akhirnya bisa terjawab setelah ikuti Rakor dan simulasi tersebut.

“Sebelumnya saya bertanya, apakah boleh tidak Linmas atau Pamsung yang bertugas di TPS membantu masyarakat yang disabilitas, atau jompo, atau sakit ke bilik suara, karena pada Pilkada kemarin saya lihat ada Pamsung yang bantu, setelah dijelaskan tadi dalam simulasi, ternyata tidak boleh,”pungkas Dudi Kepada Redaksi.

Kegiatan ini pun berjalan dengan lancar, dan di akhir kegiatan Simulasi ini, Kapolsek Kalijati Menghimbau agar semua pihak bisa menjaga keamanan, dan kenyamanan juga Kondusifitas di Pemilu 17 April 2019 mendatang. (Wans/Denis)